3 BUMN Tangani Proyek Jalan di Banten Senilai Rp 640 Miliar

3 BUMN Tangani Proyek Jalan di Banten Senilai Rp 640 Miliar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, melalui Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten, melakukan kerja sama dengan tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Brantas Abipraya, PT Hutama Karya, dan PT Adhi Karya.

Penunjukan tiga perusahaan BUMN sebagai pelaksana proyek infrastruktur ini dilakukan tanpa melalui prosedur lelang atau tender, namun, melalui kontrak kerja sama. Ketiga perusahaan BUMN tersebut akan menangani proyek infrastruktur jalan di sejumlah ruas utama di Banten, dengan total nilai proyek senilai Rp 640 miliar.

Kepala DBMTR Provinsi Banten, Widodo Hadi, mengatakan sejumlah ruas jalan yang merupakan amanat Perda No 2 Tahun 2012 tentang Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Banten, akan dimulai pembangunan fisiknya pada awal Juni 2015.

"Alhamdulillah, sudah dilakukan penandatanganan kontraknya dengan perusahaan BUMN. Seharusnya, minggu ini mereka sudah mulai bekerja. Tapi, pastinya awal Juni sudah dimulai," kata Widodo, Minggu (24/5).

Menurut Widodo, perusahaan BUMN tersebut sudah menandatangani kontrak kerja dengan Pemprov Banten yang dilakukan pada Kamis (21/5) dan disaksikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten, Rano Karno di Bandung. "Pembangunan jalan akan dimulai sejak ditandatangani kontrak tersebut, dengan total semuanya sekitar Rp 640 miliar," kata Widodo.

Ia mengatakan, sejumlah ruas jalan yang akan dibangun tersebut, adalah ruas jalan Simpang Munjul-Pamulang-Pajajaran-Otista di Tangerang Selatan, dengan biaya sekitar Rp142,9 miliar yang akan ditangani PT Brantas Abipraya. Kemudian PT Adhi Karya yang ditugaskan membangun jalan Pakupatan-Palima Kota Serang sekitar 10 km dengan nilai kontrak Rp 243,6 miliar dan Jalan Hasyim Ashari Kota Tangerang senilai Rp 90 miliar.

Sementara, PT Hutama Karya akan membangun jalan Palima-Pasar Teneng di Kabupaten Serang, dengan nilai kontrak Rp 130,9 miliar. "Semuanya dilakukan dengan sistem multiyears (tahun jamak) dengan masa kerja selama 540 hari kalender," ujar Widodo.

Sementara itu, Rano Karno berharap pembangunan empat ruas jalan yang akan digarap ketiga perusahaan BUMN tersebut dapat segera dirampungkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dengan kualitas jalan yang baik sesuai rencana dalam kontrak kerja.

"Di sini (proyek), saya enggak punya kepentingan apa-apa. Kepentingan saya adalah menginginkan kualitas jalan yang baik. Karena itulah kami undang BUMN. Kita sudah mengawali tahun lalu membangun jalan ruas Malingping-Banjarsari, Banjarsari-Saketi hampir 60 km serta ruas jalan Tigaraksa-Citeras 27 km," terang Rano yang memastikan Pemprov Banten tetap mengontrol progres pembangunan keempat ruas jalan tersebut.

Rano berterima kasih pada ketiga BUMN yang sudah mau bekerjasama dengan Pemprov Banten. “Sekarang ini masyarakat Banten sangat mengharapkan adanya infrastruktur jalan yang berkualitas. Saya tidak menuntut apa-apa kepada perusahaan, karena ini tuntutan dari masyarakat. Saya tidak ingin pekerjaan terlambat," tegas Rano.

Sumber: beritasatu.com