Gubernur & Wakil Gubernur Banten Terpilih Siap Realisasikan Visi Misinya

Gubernur & Wakil Gubernur Banten Terpilih Siap Realisasikan Visi Misinya

Setelah dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy mengaku siap merealisasikan visi misinya seperti yang diucapkan saat masa-masa kampanye.

Ditemui setelah pelantikan, Wahidin menjelaskan, dirinya akan memaksimalkan masa lima tahun untuk merealisasikan janji politiknya tersebut. “Tidak pakai 100 hari, lima tahun saja,” ujar Wahidin kepada awak media, Jumat (12/5).

Menurut WH (sapaan akrab Wahidin Halim), visi misinya tersebut akan dimasukkan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten. Menurutnya itu perlu dilakukan karena pertanggungjawaban gubernur terhadap RPJMD.

Sementara itu, Wakil Gubenru Banten Andika Hazrumy menjelaskan, tugas gubernur dan wakil gubernur tentu sudah diatur undang-undang.

“Yang terpenting saya dah pak Wahidin Halim dapat berkolaburasi untuk mewujudkan masyarakat Provinsi Banten sesuai visi misi kita,” ujar Andika.

Ada tiga permasalahan prioritas yang harus disikapi. Dua diantaranya yaitu kualitas pendidikan dan kesehatan. Khusus kesehatan, seperti yang dijanjikannya saat kampanye yaitu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan hanya dengan menunjukan KTP Banten.

“Hanya itu kan perlu waktu, perlu pendataan, verifikasi, hal lain agar program itu tepat sasaran,” ujar Andika.

Berikut Visi Misi Wahidin-Andika:
1. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
2. Membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur.
3. Meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas.
4. Meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas.
5. Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Visi misi di atas dijabarkan dalam prioritas program yang diuraikan secara rinci. Mulai dari penerapan e-planning, e-monev, e-budgeting, pembangunan 2.016 ruang kelas baru/168 unit sekolah untuk jenjang SMA dan SMK, pembangunan rumah sakit umum menjadi rumah sakit rujukan regional, pembangunan 273.000 meter ruas jalan provinsi yang rusak total 852.000 meter, layanan kesehatan denga menggunakan KTP, hingga penciptaan iklim investasi