Ingat, 15 Hari Lagi Pajak Kendaraan Di Banten Naik

Ingat, 15 Hari Lagi Pajak Kendaraan Di Banten Naik

Kepala Bapenda Banten, Opar Sochari, membenarkan akan dimulainya kenaikan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan (BBNKB). 

Penyesuain tarif dilakukan setelah Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak Daerah disepakati bersama dengan DPRD dan mendapatkan evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
  
"Akan ada penyesuaian tarif pajak. Kalau PKB naik dari 1,5 persen menjadi 1,75 persen. Sedangkan BBNKB, dari 10 persen menjadi 12,5 persen. Dan ini akan kita berlakukan 11 Maret tahun ini," papar Opar, Senin (25/2).
  
Opar menjelaskan, penyesuaian tarif dua jenis kendaraan ini telah dilakukan  pembahasan awal. Baik dengan jajaran  legislatif, maupun dua provinsi lainnya, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Penyesuaian tarif pajak ini harus kita lakukan, karena pajak yang sekarang berjalan sudah berjalan sejak tahun 2011. Dan sudah mendapatkan persetujuan semua pihak. Penyesuaian ini untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), yang nantinya juga akan dikembalikan kepada masyarakat untuk pembangunan di Banten," terang Opar.
  
Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten, M Faisal, mendukung langkah pemprov yang segera melakukan penyesuian tarif pajak kendaraan. Apalagi dasar hukumnya  sudah sangat jelas.

"Tentunya kami mendukung dengan kenaikan dua jenis pajak dalam rangka peningkatan PAD," katanya.

Dikatakan Faisal, dari kenaikan prosentase PKB dan BBNKB tersebut, secara otomotis akan ada penambahan PAD ratusan miliar. 

"Dari PKB tambah Rp 70 miliar, dan BBNKB Rp 80 miliar. Jadi totalnya Rp 150 miliar. Sehingga diharapkan pendapatan dari PKB tahun 2019 sebesar Rp 2,4 triliun, dari sebelumnya (2018) Rp 2,225 triliun," imbuhnya.
 
Diakui politisi Golkar ini, kenaikan pajak kendaraan yang akan  diterapkan,  bukanlah kebijakan yang merakyat. Akan tetapi hal tersebut harus dilakukan untuk percepatan pembangunan di Provinsi Banten.
  
"Sebenarnya kenaikan tarif pajak kendataan tiak populer, namun pertimbangan percepatan infrastruktur, kebutuhan kesehatan, dan pendidikan di Banten, seingga konsekwensinya penambaan belanja daerah," ungkapnya.