Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI Ke Pemerintahan Provinsi Banten

Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI Ke Pemerintahan Provinsi Banten

Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten. Gubernur Banten Wahidin Halim menyambut lanagsung kunjunan wakil rakyat tersebut di Pendopo Gubernur, Senin (13/11/2017).  Sebelum ke Pendopo Gubernur, Minggu kemarin Komisi X mengunjungi Pemkot Cilegon dan diterima oleh Plt Walikota Cilegon Edi Ariyadi.

Ketua Tim Rombongan Kunker Ferdiansyah mengatakan, ada beberapa pembahasan yang dilakukan pihaknya dengan Gubernur Banten beserta jajaranya yakni masalah Pendidikan dan Kebudayaan, Pariwisata, Perpustakaan, Kepemudaan dan Olahraga, Pramuka dan Ekonomi Kreatif.

“Kunker ini juga untuk membuka ruang diskusi publik mengenai berbagai kendala pembangunan di daerah. Semua aspirasi dan masukan tersebut akan menjadi bahan dalam rapat kerja dengan para pemangku kepentingan di pusat,” katanya.

Ferdiansyah mengatakan, maksud dari kunjungan ini juga adalah untuk melakukan komunikasi intensif antara DPR RI khususnya Komisi X DPR RI dengan Pemerintah dan lembaga-lembaga masyarakat di Provinsi banten tentang potensi pariwisata, dan pembangunan pariwisata yang ada di Banten.

“Kunjungan ini juga bertujuan untuk mendapatkan masukan berupa data-data faktual tentang pelaksanaan pembangunan dalam bidang pendidikan, kebudayaan dan pariwisata, pemuda dan olahraga, dan perpustakaan di Provinsi Banten,” jelasnya.

“Banten memiliki potensi sumberdaya alam yang masih bisa digali dan dikembangkan untuk kemajuan dunia pariwisatanya,” sambungnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan apresiasi atas perhatian dari Komisi X DPR RI. Bahkan dalam kesempatan itu, pihaknya juga telah menyampaikan potensi kepariwisataan, termasuk pengembangan ekonomi kreatif, pendidikan dan kebudayaan, olahraga dan kepemudaan.

Dihadapan Komisi X,  Gubernur Banten ingin memiliki pusat olahraga yang terpadu dan lengkap seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia. Keberadaan pusat olahraga tersebut sebagai sarana untuk melatih para atlet Banten sehingga bisa meningkatkan prestasi di berbagai cabang olahraga.

“Kedepan kami sedang merencanakan pembangunan sport center diatas areasekitar 60 hektare. Tempat ini akan menjadi pusat pembinaan olahraga dibanten. Dikita juga sedang dibangun waduk karian seluas 360 hektare, kedepan kita akan jadikan sarana olahraga dayung,” kata Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan beberapa potensi yang belum dikembangkan secara optimal diantaranya potensi luas pantai, pariwisata, pendidikan yang belum merata, dan revitalisasi  banten lama. Maka itu dirinya mengajak Komisi X untuk memperhatikan provinsi banten.

Salah satu cara upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah pembangunan infrastruktur, tetapi pembangunan infrastruktur tanpa ditunjang konsep pembiayaan yang baik akan menghasilkan debt trap bagi negara. Pembangunan infrastruktur perlu memiliki konsep investasi sehingga menghasilkan multiplayer effect yang positif bagi negara dengan mempertimbangkan struktur pembiayaan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi sumber-sumber pembiayaan infrastruktur yang mampu menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keywords: struktur pembiayaan ; multiplayer effect ; pembangunan infrastruktur.

Latar Belakang Infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Infrastruktur meliputi di antaranya jalan, jalan raya, rel kereta api, pelabuhan, dan udara. Infrastruktur yang baik pada energi listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan gas juga dibutuhkan untuk mendukung transportasi, industri dan rumah tangga. Fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, pasar, kantor polisi, serta fasilitas air yang meliputi air bersih, penanganan limbah, DAM, irigasi, dan perngaturan banjir juga sangat dibutuhkan demi mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat suatu negara. Ketersediaan dan peningkatan jaringan telekomunikasi juga akan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan komunikasi dengan lebih baik. Infrastruktur yang layak dan memadai mampu meningkatkan percepatan pembangunan ekonomi dan sosial suatu negara melalui penciptaan efektifitas dan efisiensi yang dihasilkan.