MENKO POLHUKAM TEMUI GUBERNUR BANTEN AGAR CEGAH RADIKALISME DI PROVINSI BANTEN

MENKO POLHUKAM TEMUI GUBERNUR BANTEN AGAR CEGAH RADIKALISME DI PROVINSI BANTEN

SERANG -Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan menggelar pertemuan dengan Gubernur Banten hingga Ketua RW. Hal tersebut dilakukan saat memberikan pengarahan tentang pencegahan radikalisme pada acara pertemuan Menko Polhukam RI dengan aparat pemerintah, aparat keamanan, aparat hukum, Camat, Lurah, Kepala Desa, Ketua RW, dan tokoh masyarakat se-Banten, di Lapangan Masjid Raya Al-Bantani KP3B, Serang, Senin (29/02).

Luhut memberikan tiga arahan di hadapan seribuan peserta yang hadir yakni dalam pencegahan kelompok radikalimse, perang terhadap narkoba, dan pengembangan perekonomian.

Menurutnya, aksi teror yang selama ini terjadi tidak terlepas dari keadaan ekonomi dan keamanan dunia yang sedang tidak baik. Indonesia sendiri, menurunya merupakan negara yang aman, tidak mempersoalkan perbedaan-perbedaan seperti yang terjadi di negara konflik. Tapi jika aksi teror tetap dibiarkan bisa membuat kondisi kacau.

Menurutnya, Provinsi Banten memiliki garis pantai mencapai 517 km memberikan peluang adanya penyelundupan narkoba, senjata dan lain-lain. Bahkan perbatasan Banten dengan pulau Christmas Australia hanya 3 jam dengan menggunakan kapal.

Banten juga lintasan dari Sumatera ke Jawa. Letak strategis ini membuat tidak stabildan harus kita waspadai.Intinya di Banten juga perlu dicermati dengan baik, kata Luhut.

Gubernur Banten Rano Karno mengapresiasi pengarahan dari Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan tersebut. Menurutnya, Provinsi Banten ini memang rawan persoalan radikalisme. “Provinsi Banten sangat strategis. Wilayah ini rawan permasalahan. Banten itu gerbangnya penyangga Ibu Kota yang rawan disusupi,” kata Rano.

 

SUMBER :LOCAL1NEWS