Menpan-RB: Sekelas Menteri pun Tak Bisa Loloskan CPNS

Menpan-RB: Sekelas Menteri pun Tak Bisa Loloskan CPNS

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur memastikan bahwa penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) bersih dari praktik percaloan. Pasalnya, seleksi CPNS akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), di mana peserta hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri.

"Kita melakukan tes secara terbuka dengan sistem CAT. Tidak ada lagi bayar-membayar karena dengan sistem ini tidak mungkin lagi bisa," tegas Asman saat berbincang dengan Liputan6.com di kantornya, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Asman menjelaskan lebih jauh, bahwa CPNS akan melaksanakan tes dengan soal ujian yang berbeda satu sama lain. Tidak seperti ujian nasional sekolah karena Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) memiliki koleksi soal ujian sekitar 600 ribu soal.

"Jadi soal ujian antara peserta satu dengan yang lain tidak sama, kan pakai sistem komputer. Begitu sudah menjawab 15 pertanyaan, maka sudah bisa diketahui mana jawaban yang benar dan yang salah. Jadi, sudah online," ia menerangkan.

Dengan sistem online CAT ini, Asman meyakini tidak ada siapa pun yang bisa meloloskan peserta CPNS dengan cara menyogok atau karena ada hubungan keluarga, dan modus lainnya. Sistem ini pun didukung dengan anggota Panselnas yang terdiri dari kementerian/lembaga terkait, tidak hanya Kementerian PANRB yang membuat soal atau pertanyaan.

Ia memastikan rekrutmen CPNS saat ini bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). "Tidak mungkin lagi bisa dibantu kecuali dari kemampuan diri sendiri. Mau menteri siapa pun tidak bisa bantu, termasuk saya tidak bisa bantu seseorang lolos CAT. Saya pastikan itu, kecuali sudah dipalsukan ya, itu namanya kriminal," tegas Asman.