Pimpin Doa di HUT Banten, Gubernur Wahidin: Duka Palu dan Donggala Adalah Duka Kita

Pimpin Doa di HUT Banten, Gubernur Wahidin: Duka Palu dan Donggala Adalah Duka Kita

Gubernur Banten Wahidin Halim mengajak seluruh peserta Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-18 Propinsi Banten untuk mendoakan saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana gempa di Donggala dan tsunami di Palu, Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu disampaikan dalam pidato HUT Ke-18 Propinsi Banten di Gedung DPRD setempat. Paripurna Istimewa dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Gubernur Wahidin menyampaikan terimakasihnya atas kehadiran Mendagri dalam kesempatan itu.

Disampaikan, duka yang dialami saudara-saudara kita di Palu dan Donggala adalah duka seluruh anak bangsa. Sebab Palu, Donggala, Sigi dan daerah lainnya yang terkena musibah gempa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Duka Palu adalah duka kita, duka Donggala adalah duka kita juga. Kita bagian tidak terpisahkan sebagai sesama anak bangsa,” kata Gubernur.

Rakyat Banten, termasuk dirinya, menyampaikan duka cita dan berbelasungkawa mendalam atas musibah tersebut. Gubernur Wahidin mendoakan agar korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT.

“Kami sampaikan turut bersuka cita dan berbelasungkawa. Semoga korban gempa itu mendapatkan tempat yang layak disisi Allah. Dan yang paling berat adalah kita merasakan para keluarga yang ditinggalkan. Karena itu, marilah kita baca alfatihah bersama-sama,” pimpinnya.

Dalam kesempatan yang sama sebelumnya,, Ketua Propinsi Banten Asep Rahmatullah yang secara resmi membuka Rapat Paripurna Istimewa juga mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu, Propinsi Sulawesi Tengah.

Hadir dalam rapat tersebut Anggota DPR RI dan DPRD asal Banten, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Forkopimda, DPD dan DPW partai politik, Bupati dan Walikota se-Banten, Organisasi Perangkat Daerah Banten, Pemangku Asat Kesultanan Banten serta Kasepuhan dan Kanoman Cirebon.

Selanjutnya KPU dan Bawaslu Banten, alim ulama dan tokoh masyarakat, penggagas dan pendiri Propinsi Banten dan sebagainya.