Provinsi Banten Ditarget Punya 5 Wisata Andalan

Provinsi Banten Ditarget Punya 5 Wisata Andalan

PROVINSI Banten ditarget memiliki lima wisata unggulan dari beberapa sektor, seperti bahari, religi, budaya, belanja, dan industri. Lima wisata unggulan tersebut nantinya bisa menjadi pemasukan bagi pendapatan asli daerah (PAD) Banten.

Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah mengatakan, sektor pariwisata dapat dimanfaatkan untuk menambah pemasukan PAD. Dengan demikian, Pemprov Banten tidak lagi hanya mengandalkan PAD dari PKB (pajak kendaraan bermotor).

“Kalau cuma mengandalkan PKB ya bisa mati (tak berkembang). Saya melihat ada potensi sumber pendapatan baru, yaitu di bidang pariwisata,” katanya, akhir pekan kemarin.

Ia melihat ada lima sektor wisata yang dapat menjadi unggulan di Banten. Pertama, wisata bahari yang salah satunya wisata Pantai Anyer. Meskipun, pantai berlokasi di Kabupaten Serang ini masih perlu pembenahan. Upaya pembenahan salah satunya yang direncakan pengambil alihan pengelolaan pantai sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, di mana garis pantai nol hingga 12 mil menjadi kewenangan pemprov.

“Anyer hanya sebatas laut, tapi ketika bicara sarana tidak di-support. Anyer kenapa tidak diambil alih, tinggal nanti komunikasi dengan PHRI (Perhimpunan Restoran dan Hotel Indonesia), pemerintah daerahnya, dan juga investor,” ujarnya.

Kedua, yaitu wisata belanja. Wisata tersebut dapat dikembangkan di wilayah Tangerang Raya. Sebab, wilayah tersebut didukung oleh bandara bertaraf internasional, yakni Bandara Soekarno-Hatta. “Wisata juga harus disusun klasternya. Tangerang misalnya untuk wisata belanja, karena di sana ada bandara ( Soekarno-Hatta) terpadat keempat di dunia. Berikan ruang di sana,” ucapnya.

Ketiga, yaitu wisata religi. Wisata tersebut sangat mungkin dikembangkan, karena Banten memiliki wisata religi yang sudah terkenal hingga beberapa negara, yakni Banten Lama. Ia cukup mengapresiasi langkah pemprov untuk revitalisasi kawasan peninggalan Kesultanan Banten tersebut.

“Jenis wisata ini Banten memiliki potensi yang melimpah, contohnya petilasan Syekh Nawawi Albantani di Tanara (salah satu kecamatan di Kabupaten) dan lainnya,” tuturnya.

Sementara, dua wisata lainnya, yakni budaya dan industri. Wisata budaya, seperti Adat Baduy, Kabupaten Lebak dan wisata industri di Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Tangerang Raya. “Semua potensinya ada di Banten tinggal bagaimana ada good will dari pemerintah daerah,” katanya.

Pengembangan wisata memungkinkan dilakukan, karena ke depan konsentrasi Pemprov Banten terhadap infrastuktur yang menelan banyak anggaran sudah berkurang.

“Jadi, di 2020 konsentrasi ke infrastruktur sudah berkurang. APBD bisa dikonsenkan ke pengembangan SDM dan juga bagaimana meningkat pariwisata yang bisa dijual ke nasional ataupun intrnasional,” ujarnya.