TP PKK Diminta Peduli Terhadap Masalah Kekerasan Anak

TP PKK Diminta Peduli Terhadap Masalah Kekerasan Anak

Tim Penggerak (TP) PKK diminta menaruh perhatian atas masalah kekerasan pada anak. Sebab, mereka adalah sumberdaya manusia masa depan yang harus dibina kualitas hidupnya.

Hal tersebutu diungkapkan Ketua Umum TP PKK Erni Guntarti Tjahjo Kumolo saat melantik Ketua TP PKK tingkat provinsi di Gedung SBP Kemendagri pada Selasa (25/7) siang tadi.

Dalam sambutannya, Erni juga meminta kepada para Ketua TP PKK Provinsi yang baru dilantik untuk memahami program-program atau program prioritas pemerintah daerah. Terutama, kegiatan yang berkaitan dengan janji-janji program gubernur dan wakil gubernur terpilih pada saat kampanye.

Untuk itu, dalam pelaksanaannya ia berharap agar Tim Penggerak PKK  dengan 10 program pokoknya bisa senantiasa bersinergi dengan program pemerintah. Ini merupakan gerakan PKK mencakup seluruh kebutuhan dasar hidup manusia sejak masih dalam kandungan sampai dengan lanjut usia.

Namun demikian, Erni meminta kepada para Ketua TP PKK tersebut untuk tetap memperhatikan situasi dan kondisi serta prioritas dari masing masing daerah.

“Lakukan pemetaan agar dapat diketahui di mana dan bagaimana 10 program pokok PKK itu dapat dilaksanakan,” ujar Emi.

Erni mengambil contoh Kepulauan Riau sebagai daerah yang bercirikan kepulauan, harus mampu mendayagunakan potensi hasil laut untuk kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kembangkanlah produksi hasil laut ini melalui fungsi pembinaan oleh Tim Penggerak PKK secara berjenjang sampai dengan Kelompok-kelompok PKK, untuk kemudian dibimbing agar dapat diolah dalam berbagai varian, lalu dikemas secara apik sehingga mempunyai nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” papar Emi.

Begitupun, lanjut Erni, dengan daerah lain, seperti DKI Jakarta dengan cara memaksimalkan keberadaan Ruang Terpadu Ramah Anak, atapun Gorontalo dengan Seni Karawo atau Kerawangr Sulaman Khas Gotontalo sedemikian rupa.

“Agar dapat dijadikan ikon sebuah daerah,” tandas Emi.

Tak Iupa Erni juga menyoroti hasil ekspos Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia KPAI terhadap Papua Barat yang dinilai tengah mengalami darurat kekerasan terhadap anak.

Atas hal tersebut, Erni meminta TP PKK Provinsi Papua Barat segera mengambil sikap dan inisiatif untuk menyusun program aksi penanggulangan kekerasan terhadap anak.

“Anak adalah generasi penerus pembangunan daerah dan pembangunan bangsa. Anak adalah sumberdaya manusia masa depan yang harus dibina kualitas hidupnya,” ungkap Erni.

Khusus untuk Sulawesi Barat, Emi memberikan apreslasi atas kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang cukup signifikan, yakni dari 64,4 persen pada tahun 2016 menjadi 71,41 persen pada 2017.

“Sedikit atau banyak, saya percaya bahwa hal ini tentu ada peranan dan konbibusi dari Gerakan PKK di Provinsi Sulawesi Barat,” ujar Erni.

Sementara itu, kepada para gubemur dan wakil Gubemur yang belum lama lnl dilantik, Erni berharap agar TP PKK dapat terus dilibatkan dalam program-program Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang berkaitan langsung dengan peran serta masyarakat.

“Saya mengharapkan perhatian dari para Gubemur selaku Ketua Pembina TP PKK Provinsi, kiranya dapat memberikan dukungan dan fasilitasi terhadap program-program PKK. Saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama bekerja dalam rangka mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, berdaya, dan sejahtera,” kata Erni.

Adapun 5 (lima) Ketua TP PKK Provinsi yang dllantik, yakni: Riawina, S.S (Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau, Happy Djarot Saiful Hidayat (Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Yuliana Mandacan (Ketua TP PKK Provinsi Papua Barat), Dra. Hj. Andi Ruskati (Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo).