Jalur Wisata “Negeri di Atas Awan”, Pembangunan Jalan Hadapi Medan Sulit

Jalur Wisata “Negeri di Atas Awan”, Pembangunan Jalan Hadapi Medan Sulit

PEMBANGUNAN jalan menuju tempat wisata ”Negeri di Atas Awan” Gunung Luhur yang berada di ruas jalan Cipanas-Warung Banten di Kabupaten Lebak terkendala medan yang sulit. Pembangunan tersebut ditenggat selesai pada pertengahan Desember 2019.

Berdasarkan informasi, progres pembangunan jalan tersebut per 1 Oktober 2019 baru mencapai 39,6 persen dari target 8 kilometer. Pengerjaan jalan tersebut dimulai dari Warung Banten sampai Persimpangan Ciparay/Cikumpay. Namun secara keseluruhan, pembangunan ruas jalan Cipanas-Warung Banten dianggarkan Rp 47,7 miliar pada APBD murni 2019.

“Memang kita tahu kan medan di jalur menuju Gunung Luhur itu cukup sulit. Terutama untuk pasokan material bahan bakunya itu. Misalnya angkutan sebenarnya muat 7 ton, tapi paling bisa bawa 4 ton. Kalau dipaksakan full tumpah. Kemarin kan ada yang jatuh,” ujar Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Banten Mahdani, Selasa (15/10/2019)

Menurutnya, saat ini jalan menuju wisata yang sempat viral tersebut sudah dibeton lantai dasar (B0). “Gunung Luhur ini B0-nya sudah. Karena ada program Pak Gubernur mau bikin masjid di sana. Jadi sekarang sudah enggak berdebu lagi,” tuturnya.

Mahdani mengatakan, terdapat dua pekerjaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten yang ditarget rampung pertengahan Desember 2019. Kedua paket pekerjaan tersebut yaitu pembangunan Jalan Tanjung Lesung-Sumur dan Cipanas-Warung Banten. Diketahui berdasarkan arahan Gubernur Banten seluruh pekerjaan harus sudah selesai pada 29 November 2019.

“Kami mendorong untuk ada pengecualian, asalkan bisa meyakinkan bahwa pekerjaan itu selesai pertengahan Desember. Yang sudah melaporkan itu Kepala PUPR bahwa ada dua pekerjaan yaitu jalan Tanjung Lesung dan Cipanas,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, progres pekerjaan infrastruktur akan dilaporkan awal November 2019. Hal tersebut untuk mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang dimungkinkan tidak selesai pada 2019.

“Awal November baru bisa diperkirakan apakah di-cut off atau tidak. Kalau tidak (selesai), ya kami dorong ke (APBD) murni 2020. Sehingga masyarakat tidak lama menunggu kapan selesainya,” katanya.

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, progres pembangunan tersebut akan segera ditindaklanjuti. “Informasi akan ditindaklanjuti,” ucapnya singkat.

Anggota Komisi IV DPRD Banten Dede Rohana, sudah mendorong pihak terkait agar hambatan-hambatan tersebut bisa diatasi. “Memang ada kendala lahannya sempit. Tentu saja kami ingin tahun ini pekerjaan selesai karena melihat antusias masyarakat sangat tinggi untuk menikmati pemandangan Negeri di Atas Awan,” tuturnya.

Ia optimistis dengan waktu tersisa ini pekerjaan tersebut bisa selesai. “Ada waktu dua bulan lagi, mudah-mudahan selesai. Kalau tidak selesai di APBD murni 2020 segera supaya bisa langsung selesai. Karena itu menjadi salah satu destinasi andalan Banten,” katanya.


Click Here To See More