Lokakarya Co-Design Program USAID – ERAT

Lokakarya Co-Design Program USAID – ERAT

Lokakarya Co-Design Program USAID – ERAT

Oleh : Osep Mulyana

Kota Bandung – Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Banten mengikuti Lokakarya Co-Design Program USAID – ERAT (Tahap 2) acara tersebut diikuti oleh 6 Provinsi yakni Provinsi Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. 

 

Dalam rangka  meningkatkan percepatan pelaksanaan program kerja sama dengan mitra luar negeri melalui dukungan program tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien dan kuat Kemendagri in collaboration with Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat United States Agency for International Development (USAID).

 

Peran dari mitra pembangunan luar negeri telah banyak berkontribusi kepada percepatan pembangunan di Indonesia dalam mencapai komitmen pada berbagai isu atau concern global (seperti MDGs/SDGs), tetapi juga ikut serta membantu pemerintah daerah dan masyarakat dan/atau kelembagaan, serta turut hadir pada saat tanggap darurat bencana yang sering terjadi di Indonesia.

 

Pada prinsipnya, Roni menjelaskan bahwa ”Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam pencapaian Sustainable Development Goals untuk memastikan pemahaman SDGs di dalam implementasi pelayanan publik dan indikator SDGs berjalan baik di daerah,” jelasnya.

 

Demikian disampaikan Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri (Dr. Heriyandi Roni, M.Si) kala memberikan Keynote Speech pada acara pembukaan kegiatan Lokakarya Co-Design Program USAID – ERAT (Tahap 2) di Hotel Four Point by Sheraton, Bandung Jl. Ir.H. Juanda No. 46, Bandung – Jawa Barat.

 

Adapun, tujuan Lokarya 2 C0-Design ERAT membangun dialog dan konsesnsus diantara Executing Agency dan Imlementing Agency Program USAID ERAT di lingkungan Kemendagri tentang desain program USAID ERAT untuk mencapai tujuan akhir program pada Januari 2026.

Melalui Lokakarya ini, pada tahun 2026 USAID ERAT diharapkan dapat mencapai hasil berikut ;

  1. Komunikasi, koordinasi dan kolaborasi terkait kebijakan yang lebih kuat diantara tingkat pemerintahan;
  2. Perbaikan harmonisasi dan implementasi kebijakan yang dapat meningkatkan tata kelola dan penyediaan layanan;
  3. Penggunaan data pemerintah yang lebih andal dan efektif untuk merencanakan, menganggarkan, dan evaluasi hasil;
  4. Penggunaan aspirasi masyarakat yang lebih substansial dalam perencanaan sumber daya, penyediaan layanan dan evaluasi hasil;
  5. Peningkatan kapasitas dan komitmen pemerintah untuk menyasar kesetraan gender dan inklusi sosial dalam kebijakan, penyediaan layanan dan pengalokasian sumber daya;
  6. Kualitas dan trasparansi yang lebih baik dalam pengeluaran dan alokasi sumber daya di tingkat daerah; dan
  7. Penyebaran, adopsi dan kelembagaan yang lebih luas dari inovasi, praktik baik dan model yang dapat direplesikan untuk memperkuat pemerintah daerah.

 

Melalui lokakarya tersebut, Heriyandi sangat berharap peluang program-programnya benar-benar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh pemerintah daerah sebagai pengungkit bagi percepatan pembangunan SDGs di pusat dan daerah dan hasil dari lokakarya ini akan menjadi referensi bagi perencanan implementasi program USAID ERAT ditempat masing-masing provinsi wilayah kerja program pungkasnya.