Popnas Temui Titik Terang

Popnas Temui Titik Terang

Pekan Olah raga Pelajar Nasional (Popnas) XV yang dipindahkan ke Jakarta oleh Kementerian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora) dipastikan turut mengubah jadwal pelaksanaan, yang semula pada 10 Oktober menjadi November. Tak hanya itu, jumlah cabang olah raga (Cabor) yang dipertandingkan juga ikut berkurang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga (Kadispora) Provinsi Banten Deden Apriandhi, Jumat (20/9/2019).

“Jadwal 10 Oktober dibatalkan dan sudah disampaikan secara lisan oleh pihak Kemenpora. Jadwalnya mundur menjadi November dan kemungkinan besar tetap tanggal 10. Tak hanya itu, cabor juga berkurang dari 20 menjadi 10, yang awalnya kami ikut 13 cabor jadi ya mengikuti, dan insya Allah kalau sudah begini kontingen Banten kami bawa full tim,” ucapnya.

Deden menjelaskan, pengurangan cabor ini karena anggaran minim di Kemenpora dan tak bisa sharing dengan daerah penyelenggara.

“Namun, 10 cabor tersebut belum diputuskan dan Kemenpora memberikan beberapa alternatif. Alternatif pertama yakni atletik, renang, bulu tangkis, bola basket, bola voli, pencak silat, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja dan sepak bola,” katanya kepada Kabar Banten.

Untuk alternatif kedua, kata Deden, sepak bola akan digantikan menjadi cabor taekwondo, alternatif ketiga digantikan dengan dayung.

”Kami berharap sepak bola diganti taekwondo. Apalagi, kita memang tak lolos cabor sepak bola,” ujarnya.

Meski begitu, Deden mengaku sebenarnya berkeinginan agar jumlah cabor yang dipertandingkan di Popnas tidak dikurangi, atau tetap mempertandingkan 20 cabor. Alasannya, kontingen Banten telah mempersiapkan 13 cabor untuk mengikuti Popnas tahun ini.

”Semua bergantung keputusan official cabor kami, karena kami sih berharapnya tetap 20 cabor dipertandingkan. Karena kami sudah mempersiapkan 13 cabor, kan sayang tuh nantinya peluang yang bisa kami dapatkan,” tuturnya.


Click Here To See More