Wisata Tebing Koja Tingkatkan Ekonomi Warga, Pemdes Cikuya Bangun Akses Jalan

Wisata Tebing Koja Tingkatkan Ekonomi Warga, Pemdes Cikuya Bangun Akses Jalan

Tebing Koja menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Bahkan kehadirannya kini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Lokasinya yang strategis terbentuk dari tebing-tebing bekas galian pasir, menjadikan Tebing Koja sebagai aset wisata desa masa depan.

Sekretaris Desa Cikuya Saed Haryanto mengatakan, wisata Tebing Koja mulai booming dan viral sekira 2015 lalu. Ditambahkan Tebing koja terbentuk secara alami dari bekas galian pasir yang saat ini sudah tidak beroperasi lagi. “Alhamdulillah saat ini wisata tersebut sudah ramai dikunjungi wisatawan lokal bahkan wisata asing. Semoga ke depan semakin ramai,” katanya, Selasa (24/9).

Dia menjelaskan, di tebing koja terdapat berbagai spot foto menarik. Salah satu yang terkenal yakni kandang godzila sebagai spot foto favorit para pengunjung. “Jadi ada tebing yang bentuknya seperti hewan purba dan warga sebutnya godzila. Apalagi letaknya dikelilingi tebing-tebing kapur tinggi, jadinya seolah-olah seperti ada di kandang godzila. Selain itu, banyak tebing kapur tinggi lain dengan bentuk yang menarik lainnya,” jelasnya.

Wisata tersebut ramai dikunjungi setiap hari libur yakni Sabtu dan Minggu. Pengunjungnya di dominasi oleh anak-anak muda, dan mereka tertarik karena banyak spot foto instagramable. Untuk harga tiketnya cukup terjangkau berkisar Rp5 ribu. Wisata Tebing Koja terbagi empat wilayah yang dikelola perorangan yang memiliki lahan. “Tetapi nanti akan kami ajak kerja sama sehingga tata kelolanya semakin baik, dan bisa menjadi salah satu pendapatan daerah,” tambah Saed.

Sebelumnya Pemerintah Desa Cikuya juga sudah ikut mengembangkan wisata di Kampung Koja tersebut dengan membangun infrastruktur fisik berupa jalan pavingblok dan fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK). Dimana dengan pembangunan akses yang bagus, diharapkan bisa meningkatkan pengunjung dan perekonomian warga yang membuka warung di area wisata.

Sedangkan soal pembangunan desa yang memiliki luas wilayah 750 hektare dan penduduk 14.055 orang itu telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur fisik sekira 80 persen. Ke depan, Saed berharap, semua warga bisa berkomitmen bersama-sama membangun desa lebih maju dengan berbagai potensi yang dimiliki. “Semoga potensi wisata yang ada ini bisa dimanfaatkan dan dikembangkan lebih baik lagi. Bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya.


Click Here To See More